Sabtu, 12 Mei 2012

Informatika Farmasi


Pendahuluan
Perkembangan teknologi informasi telah mengubah manusia dalam menyelesaikan semua pekerjaan, tidak hanya dalam pekerjaan saja tapi dalam segala aspek kehidupan manusia, seperti pada saat pencarian informasi. Jika dahulu manusia menyimpan semua data – data dan informasi, dengan menuliskan pada selembar kertas yang di simpan dalam tempat tertentu, bersama dengan berkas – berkas lainnya. Cara dokumentasi seperti ini, mempunyai banyak kekkurangan, antara lain : tidak semua orang memempunyai tulisan yang jelas, bisa dibaca dengan baik oleh orang lalin, kesulitan dalam
mencari, ketika data/informasi tersebut akan digunakan ; memakan bayak tempat dan kemungkinan kehilagan data juga besar.
Rumah sakit sebagai salah satu institusi pelayanan umum mempunyai banyak sekali data yang harus diolah untuk menjadi sebuah informasi yang akurat, disimpan , dan dilihat kembali ketika dibutuhkan. Pengelolaan data secara manual, mempunyai banyak kekurangan, selain membutuhkan waktu yang lama, keakuratannya juga kurang dapat diterima, karena kemungkinan kesalahan sangat besar. Oleh karena itu untuk memudahkannya dibutuhkan suatu sisitem informasi  yang akurat dan handal, serta cukup memadai utuk meningkatkan pelayanannya kepada pasien serta lingkungan yang terkait lainnya. Banyaknya variable di rumah sakit turut mementukan kecepatan arus informasi yang dibutuhkan oleh pengguna dan lingkungan rumah sakit.


ISI
Sistem informasi rumah sakit adalah suatu tatanan yang berurusan dengan pengumpulan data, pengolahan data, penyajian informasi, analisis dan penyimpulan informasi serta penyampaian informasi yang dibutuhkan untuk kegiatan rumah sakit.
Sebuah sistem informasi rumah sakit mencakup intergrasi fungsi – fungsi medis, keuangan, serta manajemen dari setiap bagian – bagian dirumahsakit, dari mulai bagian pendaftaran, gizi, radiologi, fisioterapi, instalasi farmasi, serta bagian – bagian lain yang ada dalam sebuah rumah sakit.
Pelayanan farmasi merupakan salah satu pelayanan utama yang menunjang kegiatan pelayanan di lingkungan rumah sakit dalam menjalankan fungsinya untuk memberikan layana kepada masyarakat. Devisi farmasi merupakan bagian yang penting dalam suatu rumasakit, karena:

  • Obat dan alkes yang menjadi sumber pendapatan dan pengeluaran terbesar sebuah rumah sakit dikelola oleh devisi farmasi, oleh karena itu instalasi farmasi harus dapat mengelola obat/ alkes dengan baik agar efisien dari segi biaya dan efektif dari sisi tereapi pasien
  • Para pharmacist lah yang bertanggung jawab terhadap keamanan dan kefektifan terapi pasien
  • Ketersediaan obat dan mutu suatu suat obat sangat menentukan kualitas pelayanan suatu rumah sakit 
  •  Pharmacist bertanggung jawab memberikan informasi yang akurat pada pasien terkait dengan terapinya
  • Banyaknya data dan informasi yang diterima, dibutuhkan, diolah dan diteriam dalam instalasi farmasi
Oleh karena itu dibutuhkan sistem informasi yang memudahkah untuk mengatur semua hal tersebut.

Informatika farmasi didefinisikan HIMSS (health informasi sisitem manajemen masyarakat) sebagai bidang ilmiah yang berfokus pada pengobatan yang berhubungan dengan data dan pengetahuan dalam kontinum sistem kesehatan, termasuk unit kusisi, penyimpanan, analisis, penggunaan, penyebaran dan pengiriman obat yang optimal terkait terapi pasien

Informatika farmasi ini mendukung, merampinhkan, meningkatkan keselamatan pasien dan praktek terbaik dengan sistem yang handal. Informatika ini digunakan dalam mengelola persediaan obat/alkes serta dalam mengoptimalkan terapi pasien.
Informasi yang dapat diolah, ditererima, dan disimpan dalam pengelolaan sediaan farmasi :
1.      Informasi supplier obat
2.      Informasi pembelian
3.      Informasi harga obat
4.      Informasi stock
5.      Informasi obat ED
6.      Informasi nama obat, bentuk sediiian, kekuatan sediaan, jumlah obat yang perlu di order
7.      Informasi mengenai obat
8.      Informasi dosis pediatric
9.      Informasi dosis penyesuaian pada pasien gagal ginjal
10.  Informasi dosis obat – obat sitostatik
11.  Informasi interaksi obat
12.  Informasi waktu paruh eliminasi obat
13.  Informasi dosis obat, frekuensi, interval pemberian obat
14.  Informasi mengenai pasien ( nama pasien, alamat, Riwayat pengobatan dan penyakit terdahulu, riwayat alergi obat, umur, BB, dll)
15.  Informasi mengenai obat – obat yang masuk dalam asuransi tertentu berikut tagihannya
16.  Informasi mengenai biaya obat/alkes yang dibebankan pada pasien

informasi – informasi yang dibutuhkan ini dapat terintegrasi ke bagian – bagian lain, sehingga memudahkan komunikasi dengan profesi kesehatan lainnya; misalkan dokter , perawat, bagian pendaftaran, bagian pembayaran, dll.


PENUTUP

Informatika farmasi sangat penting digunakan untuk memudahkan pekerjaan kefarmasian dalam pengelolaan obat dan terapi pasien, menyingkat waktu, meminimalisir kesalahan, serta meningkatkan keamanan pasien. Dengan informatika farmasi yang dapat terintegrasi dengan bagian lain, maka informasi yang kita dapatkan lebih akurat

Daftar pustaka
Kusumadewi, Sri. ( 2011 ). Peran Teknologi Informasi dan komunikasi di bidang Obat dan Pengobatan dalam Mendukung Perlindungan Pasien. Yogyakarta : Graha Ilmu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar